Bentuk2
Professionalisme Setiap Bidang
1. Sebagai
salah satu bentuk profesionalismenya, maka seorang programmer harus mengerti
akan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain:
a. Tanggungjawab
pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer.
b. Pengetahuan
programer cukup terbatas pada teknologi komputer, sistem
komputer, utilitas dan bahasa-bahasa program yang diperlukan.
c. Pekerjaan
programer sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan
instruksi-instruksi program.
d. Pekerjaan
programer tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang,terbatas
pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun
(spesifikasi) program.
2 2. Gambaran
mudah seorang polisi yang profesional adalah
a.
seorang
polisi yang merespon setiap panggilan kejahatan, melakukan penggerebekan dan
penangkapan para penjahat, bila perlu dengan tembak-menembak. Dalam konteks
profesionalisme seperti itu maka polisi selalu merasa kekurangan personil, dana
operasional dan kebutuhan akan teknologi “peperangan”. Profesionalisme seperti
diatas sangatlah mungkin diterapkan pada jaman awal berdirinya polisi ketika
kejahatan masih konvensional dan relatif tidak kompleks.
b.
Profesionalisme
polisi modern mengharuskan polisi tidak hanya jujur, tegas dan cakap secara
teknis, tetapi juga memahami apa yang diharapkan oleh masyarakatnya. Kemampuan
untuk memahami masyarakatnya inilah yang menjadi kunci utama dalam standart
profesionalisme polisi modern. Perubahan sosial yang ada telah mengakibatkan
pula perubahan harapan akan pelayanan polisi. Pemahaman akan harapan masyarakat
akan pelayanan polisi adalah kunci utama profesionalisme kepolisian modern.
Polisi harus mampu ‘menari’ bersama masyarakatnya. Kecocokan harapan masyarakat
akan pelayanan polisi dengan pelayanan yang diberikan polisi akan menciptakan
kepuasan masyarakat. Itulah sebenarnya hakekat profesionalisme polisi.
3.
Profesi Hakim adalah profesi dengan
pekerjaan kemanusiaan yang tidak boleh jatuh ke dalam dehumanizing yang
bersifat logic mechanical hingga dapat terperosok pada jurang alienasi hukum
dari manusia dan kemanusiaan itu sendiri.
Sementara itu, dalam ranah etika, kode etik hakim yang dimaksudkan untuk
memelihara, menegakkan dan mempertahankan disiplin profesi. Ada beberapa unsur
disiplin yang diatur, dipelihara, dan ditegakkan atas dasar kode etik adalah
sebagai berikut:
- Menjaga, memelihara agar tidak terjadi tindakan atau kelalaian
profesional.
- Menjaga dan memelihara integritas profesi.
- Menjaga dan memelihara disiplin, yang terdiri dari
beberapa unsur yaitu :
- Taat pada ketentuan atau aturan hukum.
- Konsisten.
- Selalu bertindak sebagai manajer yang baik dalam
mengelola perkara, mulai dari pemeriksaan berkas sampai pembacaan
putusan.
- Loyalitas.
Materi
1
Tinjauan Umum Etika
Pengertian Etika
- Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika adalah:
- Ilmu
tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
- Kumpulan
asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak.
- Nilai
mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.
- Apakah etika, dan
apakah etika profesi
itu ? Kata
etik (atau etika)
- Dari asal
usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti adat
istiadat/kebiasaan yang baik.
- Perkembangan
etika studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut
ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam
kehidupan pada umumnya.
Definisi lain :
- Menurut Martin
(1993), etika didefinisikan sebagai
“the discpline which
can act as the performance index or reference for our
control system”.
- Dengan demikian, etika akan memberikan semacam
batasan maupun standar
yang akan mengatur
pergaulan manusia di
dalam kelompok sosialnya
Drs. O.P.
SIMORANGKIR :
etika atau etik
sebagai pandangan manusia
dalam berprilaku
menurut ukuran dan nilai yang baik.
Drs. Sidi
Gajalba dalam sistematika
filsafat : etika
adalah teori tentang
tingkah laku perbuatan manusia
dipandang dari segi
baik dan buruk,
sejauh yang dapat ditentukan
oleh akal.
Drs.
H. Burhanudin Salam :
etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang
menentukan prilaku manusia dalam hidupnya
Macam Etika
- ETIKA DESKRIPTIF, yaitu
etika yang berusaha
meneropong secara kritis
dan rasional sikap
dan prilaku manusia
dan apa yang
dikejar oleh manusia
dalam hidup ini
sebagai sesuatu yang
bernilai.
- Etika deskriptif memberikan fakta sebagai
dasar untuk mengambil keputusan tentang
prilaku atau sikap
yang mau diambil.
- ETIKA
NORMATIF,
yaitu etika yang
berusaha menetapkan berbagai
sikap dan pola prilaku ideal yang
seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang
bernilai. Etika normatif
memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang
akan diputuskan
- ETIKA UMUM, berbicara mengenai
kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak
secara etis, bagaimana manusia
mengambil keputusan etis,
teori-teori etika
dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta
tolak ukur dalam
menilai baik atau
buruknya suatu tindakan.
- Etika umum
dapat di analogkan dengan
ilmu pengetahuan, yang
membahas mengenai
pengertian umum dan teori-teori.
- ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral
dasar dalam bidang kehidupan yang
khusus.
- Penerapan ini
bisa berwujud
:Bagaimana saya mengambil keputusan dan
bertindak dalam bidang
kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh
cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar
- ETIKA
KHUSUS :
- Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban
dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
- Etika sosial, yaitu
berbicara mengenai kewajiban, sikap
dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
- Kesimpulan
:
Dari sistematika
di atas, kita
bisa melihat bahwa ETIKA
PROFESI merupakan
bidang etika khusus
atau terapan yang
merupakan produk dari etika
sosial
Moral
- Sony
Keraf (1991): moralitas adalah sistem tentang bagaimana kita harus hidup dengan baik sebagai manusia.
- Frans
Magnis Suseno (1987): etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.
- Moralitas menekankan, “inilah cara anda melakukan sesuatu”
- Etika
lebih kepada, “mengapa untuk melakukan sesuatu itu harus menggunakan cara tersebut?
- Etika
& Moral Secara etimologi, etika dapat disamakan dengan Moral.
- Moral
berasal dari bahasa latin “mos” yang berarti adat kebiasaan.
- Moral
lebih kepada rasa dan karsa manusia dalam melakukan segala hal di
kehidupannya. Jadi Moral lebih kepada dorongan untuk mentaati etika.
Faktor yang mempengaruhi pelanggaran
Etika
- Kebutuhan
Individu Korupsi alasan ekonomi
- Tidak ada
pedoman
- Area
“abu-abu”, sehingga tak ada panduan
- Perilaku
dan kebiasaan individu
- Kebiasaan
yang terakumulasi tak dikoreksi
- Lingkungan
tidak etis
- Pengaruh
dari komunitas
- Perilaku
orang yang ditiru
- Efek
primordialisme yang kebablasan
Sanksi Pelanggaran Etika
- Sanksi
Sosial Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat
“dimaafkan”.
- Sanksi
Hukum Skala besar, merugikan hak pihak lain.
- Hukum
Pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hukum Perdata.
Etika & Teknologi
- Teknologi
adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk memudahkan
pekerjaannya.
- Kehadiran
teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of
human yang alami.
(otomatiasi mesin refleks/ kewaspadaan melambat)
- Cara orang berkomunikasi -> email atau surat, membawa perubahan
signifikan, dalam sapaan/tutur kata
- Orang
berzakat dengan SMS, implikasi pada silaturahmi yang “tertunda”
- Emosi
(“touch”) yang semakin tumpul karena jarak dan waktu semakin bias dalam Teknologi Inf.
Materi 2
SEJARAH & PERKEMBANGAN
ETIKA KOMPUTER
Introduksi
- Perkembangan teknologi komputer
sangat cepat hampir setiap saat ada penemuan-penemuan baru.
- Harapannya dengan teknologi
segalanya menjadi mudah.
- Dengan teknologi dapat meningkatkan
taraf hidup manusia dan menjadikan manusia yang utuh tidak tergantung pada
teknologi dan ilmu penetahuan.
- Walau menggunakan teknologi etika
dan budaya harus tetap dijunjung tinggi.
- Apabila manusia sudah jauh dari
nilai-nilai, maka kehidupan akan menjadi hampa.
- Perubahan yang terjadi pada cara berpikir manusia sebagai salah
satu akibat adanya perkembangan teknologi, akan berpengaruh terhadap
pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam
kehidupannya.
- Teknologi adalah alat yang digunakan manusia untuk menjawab
tantangan hidup.
- Faktor manusia dalam teknologi, adalah sangat penting.
- Teknologi dikembangkan untuk membantu manusia dalam melaksanakan
aktifitasnya karena manusia memang memiliki keterbatasan.
- Keterbatasan inilah yang lalu harus ditutupi oleh teknologi
tersebut.
- Bagaimana pun, kendali penggunaan teknologi tetap sepenuhnya ada di
tangan manusia.
- 10 HUKUM ETIKA KOMPUTER
The Ten Commandments of
Computer Ethics
(Oleh Computer Etichs Intitute)
- Jangan menggunakan komputer untuk menyakiti orang lain. (Thou shalt
not use a computer to harm other people.)
- Jangan mengganggu pekerjaan komputer orang lain.
(Thou shalt not interfere with other people´s computer work.)
- Jangan mengintip file komputer orang lain. (Thou shalt not snoop
around in other people´s computer files.)
- Jangan menggunakan komputer untuk mencuri. ([Thou shalt not use a
computer to steal.)
- Jangan menggunakan komputer untuk memberikan saksi dusta. (Thou
shalt not use a computer to bear false witness.)
- Jangan menggunakan software sebelum anda membayar
copyrightnya.(Thou shalt not copy or use proprietary software for which
you have not paid.)
- Jangan menggunakan sumber daya komputer orang lain tanpa otorisasi
atau kompensasi yang wajar. (Thou shalt not use other people´s computer
resorces without authorization or proper compensation.)
- Jangan membajak hasil kerja intelek orang lain. (Thou shalt not appropriate
other people´s intellectual output.)
- Pikirkan konsekuensi sosial dari program atau sistem yang sedang
anda buat atau rancang. (Thou shalt think about the social consequences of
the program you are writing or the system you are designing.)
- Gunakan komputer dengan pertimbangan penuh tanggungjawab dan rasa
hormat kepada sesama manusia. (Thou
shalt always use a computer in ways that insure consideration and respect
for your fellow humans)
Sejarah Etika Komputer
- Era 1940-1950-an Diawali dengan penelitian Norbert Wiener (Prof
dari MIT) tentang komputasi pada meriam yang mampu menembak jatuh pesawat
yang melintas di atasnya (PD II).
- Ramalannya tentang komputasi modern yang pada dasarnya sama dengan
sistem jaringan syaraf yang bisa melahirkan kebaikan sekaligus malapetaka.
- Era 1960-an
Ungkapan
Donn Parker: “that when people entered the computer center, they left their
ethics at the door”
4. Dalam contoh kasus pemrosesan data, spesialis komputer
bisa mengetahui data apa saja secara cepat.
5. Era 1980-an Kemunculan kejahatan komputer (virus,
unautorizhed login, etc)
6. Studi berkembang menjadi suatu diskusi serius tentang
masalah etika komputer.
Lahirlah buku “Computer Ethics” (Johnson,1985)
7. Era 1990-an sampai sekarang Implikasi pada bisnis yang
semakin meluas akibat dari kejahatan komputer, membuat lahirnya forum-forum
yang peduli pada masalah tersebut.
(ETHICOMP
by Simon Rogerson, CEPE by Jeroe van Hoven etc)
Isu-isu Pokok Etika Komputer
- Kejahatan Komputer Kejahatan yang dilakukan dengan komputer sebagai
basis teknologinya Virus, spam, penyadapan, carding, Denial of Services
(DoS)/melumpuhkan target
- Cyber ethics Implikasi dari INTERNET (Interconection Networking),
memungkinkan pengguna IT semakin meluas, tak terpetakan, tak
teridentifikasi dalam dunia anonymouse.
- Diperlukan adanya aturan tak tertulis Netiket, Emoticon
- E-commerce Otomatiasi bisnis dengan internet dan layanannya,
mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada
yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi negatif; bermacam kejahatan,
penipuan, kerugian karena ke- anonymouse-an tadi.
- Pelanggaran HAKI Masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual. Pembajakan,
cracking, illegal software dst.
- Tanggungjawab profesi Sebagai bentuk tanggungjawab moral, perlu
diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati. Misalnya
IPKIN (Ikatan Profesi Komputer & Informatika-1974)
Etika & Teknologi
- Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia untuk
memudahkan pekerjaannya.
- Perkembangan teknologi = revousi
->
memberikan banyak perubahan pada cara berpikir manusia, baik itu dalam usaha
pemecahan masalah,perencanaan, mau pun juga dalam pengambilan keputusan.
3. Teknologi mengambil alih fungsi-fungsi mental manusia.
- Kehadiran teknologi membuat manusia “kehilangan” beberapa sense of
human yang alami. (otomatiasi mesin refleks/ kewaspadaan melambat)
- Contoh : dengan munculnya teknologi komputer, maka manusia yang
seharusnya diuntungkan oleh berfungsinya jejak-jejak memori akibat kerja
otak dan mental seperti berpikir, menghitung dan merencanakan sesuatu,
harus “kehilangan” jejak tersebut karena sebagian tugasnya sudah “diambil
alih” komputer.
- Muncul budaya baru seperti :
- Cara orang berkomunikasi, by email atau surat, membawa perubahan
signifikan, dalam sapaan/tutur kata
- Orang berzakat dengan SMS, implikasi pada silaturahmi yang
“tertunda”
- Emosi (“touch”) yang semakin tumpul karena jarak dan waktu semakin
biasdalam Teknologi Inf.
- Perubahan cara berpikir manusia sebagai salah satu akibat adanya
perkembangan teknologi akan berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara
pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya.
- Orang yang biasanya saling berinteraksi secara fisik, melakukan
komunikasi secara langsung dengan orang lain akan diganti dengan layar dan
keyboard
Etika Pemanfaatan TI
- Dampak pemanfaatan teknologi informasi yang kurang tepat sebagai
berikut (I Made Wiryana):
- Rasa takut;
- Keterasingan;
- Golongan miskin informasi dan minoritas;
- Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang sudah tidak dapat
ditangani;
- Makin rentannya organisasi;
- Dilanggarnya privasi;
- Pengangguran dan pemindahan kerja;
- Kurangnya tanggung jawab profesi;
- Kaburnya citra manusia.
- Beberapa langkah untuk menghadapi dampak pemanfaatan TI (I Made
Wiryana):
- Desain yang berpusat pada manusia;
- Dukungan organisasi;
- Perencanaan pekerjaan;
- Pendidikan;
- Umpan balik dan imbalan;
- Meningkatkan kesadaran publik;
- Perangkat hukum;
- Riset yang maju.
- Dua aktivitas utama Etika Komputer (James H. Moore)
- 1. waspada, dan
- 2. sadar.
- Tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer
- kelenturan logika (logical malleability), kemampuan
memrograman komputer untuk melakukan apa pun yang kita inginkan.
- faktor transformasi (transformation factors), Contoh
fasilitas e-mail yang bisa sampai tujuan dan dapat dibuka atau dibaca
dimanapun kita berada,
- faktor tak kasat mata (invisibility factors). semua operasi
internal komputer tersembunyi dari penglihatan, yang membuka peluang pada
nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan yang rumit
terlihat dan penyalahgunaan yang tidak tampak
Hak Sosial dan Komputer
1. Menurut
Deborah Johnson :
a. Hak atas akses komputer, yaitu setiap orang berhak untuk mengoperasikan
komputer dengan tidak harus memilikinya. Sebagai contoh belajar tentang
komputer dengan memanfaatkan software yang ada;
b. Hak atas keahlian komputer, pada awal komputer dibuat, terdapat kekawatiran yang
luas terhadap masyarakat akan terjadinya pengangguran karena beberapa peran
digantikan oleh komputer. Tetapi pada kenyataannya dengan keahlian di bidang
komputer dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak;
c. Hak atas spesialis komputer, pemakai komputer tidak semua menguasai akan ilmu
yang terdapat pada komputer yang begitu banyak dan luas. Untuk bidang tertentu
diperlukan spesialis bidang komputer, seperti kita membutuhkan dokter atau
pengacara;
d. Hak atas pengambilan
keputusan komputer, meskipun
masyarakat tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana
komputer diterapkan, namun masyarakat memiliki hak tersebut.
Hak atas Informasi
2. Menurut
(Richard O. Masson)
a. Hak atas privasi, sebuah informasi yang sifatnya pribadi baik secara
individu maupu dalam suatu organisasi mendapatkan perlindungan atas hukum
tentang kerahasiannya;
b. Hak atas Akurasi. Komputer dipercaya dapat mencapai tingkat akurasi
yang tidak bisa dicapai oleh sistem nonkomputer, potensi ini selalu ada
meskipun tidak selalu tercapai;
c.
Hak atas kepemilikan. Ini berhubungan dengan hak milik intelektual,
umumnya dalam bentuk program-program komputer yang dengan mudahnya dilakukan
penggandaan atau disalin secara ilegal. Ini bisa dituntut di pengadilan;
d.
Hak atas akses. Informasi memiliki nilai, dimana setiap kali kita
akan mengaksesnya harus melakukan account atau izin pada pihak yang memiliki
informasi tersebut. Sebagai contoh kita dapat
membaca data-data penelitian atau buku-buku online di Internet yang
harus bayar untuk dapat mengaksesnya.
Kontrak Sosial Jasa
Informasi
- Komputer tidak akan digunakan dengan sengaja untuk menggangu
privasi orang;
- Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemroses data;
- Hak milik intelektual akan dilindungi.
Materi
3
PEKERJAAN, PROFESI DAN PROFESIONAL
Introduksi
- Orang butuh bekerja
- Bidang-bidang pekerjaan membutuhkan
keahlian tertentu, baik bersifat umum maupun khusus.
- Biasanya orang menjadi “ahli” dalam
pekerjaannya :
- Contoh :
- Seorang pekerja bangunan pandai
membangun gedung
- Seorang dokter pandai mengobati
penyakit
- Seorang ahli bedah pandai
melakukaan pembedahan yang sangat sulit dll
Pekerjaan & Profesi
- Thomas Aquinas seperti dikutip Sumaryono (1995) mengatakan bahwa
wujud kerja memiliki tujuan:
- pemenuhan kebutuhan hidup
- mengurangi tingkat pengangguran/kriminalitas
- melayani sesama
- Mengotrol
gaya hidup
- Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, namun tidak setiap
pekerjaan adalah profesi.
- Seorang petugas staf administrasi bisa berasal dari berbagai latar
ilmu, namun Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan
keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada
pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.
- Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi
tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan
teknologi.
- tidak demikian halnya dengan Akuntan, Pengacara, Dokter yang
membutuhkan pendidikan khusus.
- Menurut SOEGITO REKSODIHARJO (1989), arti yang diberikan kepada
kata “profesi” adalah suatu bidang kegiatan yang dijalankan oleh seseorang
dan merupakan sumber nafkah bagi dirinya.
- Umumnya profesi dikaitkan dengan tarap lulusan akademi /
universitas, suatu profesi tidak mutlak harus dijalankan oleh seorang
sarjana.
- Contoh : Petinju Profesional,
Pemain bola profesional, Fotografer Profesional
Profesi & Profesional
- “Bekerjalah dengan cinta…
Jika
engkau tidak dapat bekerja dengan cinta, lebih baik engkau meningalkannya…
Dan
mengambil tempat di depan pintu gerbang candi-candi, meminta sedekah kepada
mereka yang bekerja dengan penuh suka dan cita” (Kahlil Gibran)
2. Profesional
adalah orang yang menjalankan profesinya secara benar menurut nilai-nilai
norma
3. Untuk
menjadi seorang yang profesional, diperlukan: komitmen, tanggungjawab,
kejujuran, sistematik berpikir,penguasaan materi, menjadi bagian masyarakat
profesional.
4.Seorang
pelaku profesi harus memiliki sifat-sifat berikut:
- Menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya
- Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan
- Menjunjung tinggi etika dan integritas profesi
5. Didalam
lingkungan kerja, kemampuan seseorang bukan sematamata atas dasar diploma atau
gelarnya, tetapi atas dasar kesanggupannya untuk mewujudkan prestasi berupa
kemajuan nyata dengan modal pengetahuan yang ada padanya.
- Sering kali dijumpai bahwa tidak semua orang
mampu mendayagunakan pengetahuannya dalam pekerjaan.
- Contoh
:
- Tidak jarang kita jumpai seorang sarjana hanya
mampu bekerja secara rutinitas.
- Sebaliknya seorang non-sarjana yang kreatif
ternyata mampu memberi bukti kesanggupan berkembang dan menambah aneka
bentuk faedah baru dengan dasar pengetahuannya yang relatif masih
terbatas itu.
- Diploma dan gelar bukan jaminan prestasi
seseorang.
Ciri-ciri
profesionalisme
- Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil
(perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan
mutu.
- Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang
hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
- Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak
mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
- Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan
oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan
hidup.
- Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan,
sehinggaterjaga efektivitas kerja yang tinggi.
- Profesionalisme sering dikaitkan
dengan kompetensi
- Kompetensi adalah karakteristik pokok seseorang yang berhubungan
dengan unjuk kerja yang efektif atau superior pada jabatan tertentu.
(Tjerk Hooghiemstra)
- Ada lima karakteristik kompetensi : motivasi, sikap,
konsep diri (attitude,
nilai-nilai atau imaginasi diri), pengetahuan
dan keterampilan. (Lyle M.
Spencer)
Standar
Kompetensi
- International Labour Organization (ILO) th. 1999 menyusun standar
kompetensi yang disebut Regional Model Competency Standards.
- Kompetensinya meliputi :
- Keterampilan melaksanakan tugas individu dengan efesien (Task
skill).
- Keterampilan mengelola beberapa tugas yang berbeda dalam
pekerjaannya (Taskmanagement skill).
- Keterampilan merespon dengan efektif hal-hal yang bukan merupakan
pekerjaan rutin dan kerusakan (Contigency management skill).
- Keterampilan menghadapi tanggung jawab dan tuntutan lingkungan
termasuk bekerja dengan orang lain dan bekerja dalam kelompok (Job/role
environmet skill).
Kompetensi
Profesional
- Kompetensi Profesional sering
disebut dengan kompetensi kunci.
- Mencakup kumpulan beberapa kompetensi yang berbeda.(seperti
terlihat pada diagaram berikut )
Kompetensi
dalam bidang IT
- Kategori lowongan pekerjaan yang ditawarkan di lingkungan Penyedia
Jasa Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP):
- Web Developer / Programmer;
- Web Designer;
- Database Administrator;
- System Administrator;
- Network Administrator;
- Help Desk, dan
- Technical Support.
- Kompetensi dasar standar (standard core competency) yang
harus dimiliki oleh ke semua kategori lapangan pekerjaan yaitu:
- Kemampuan mengoperasikan perangkat keras, dan
- Mengakses Internet.
- Web Developer / Programmer
- Kompetensi yang harus dimiliki :
- Membuat halaman web dengan multimedia, dan
- CGI programming.
- Web Designer
- Kompetensi yang harus dimiliki:
- Kemampuan menangkap digital image, dan
- Membuat halaman web dengan multimedia.
- Database Administrator
- Kompetensi yang harus dimiliki:
- Monitor dan administer sebuah database
- Help Desk
- Kompetensi yang harus dimiliki:
- Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows seperti
Internet Explorer, telnet, ftp, IRC.
- System Administrator
- Kompetensi yang harus dimiliki:
- Menghubungkan perangkat keras;
- Melakukan instalasi Microsoft Windows;
- Melakukan instalasi Linux;
- Memasang dan mengkonfigurasi mail server, ftp server, web server,
dan
- Memahami Routing
- Network Administrator
- Kompetensi yang harus dimiliki:
- Menghubungkan perangkat keras;
- Administer dan melakukan konfigurasi sistem operasi yang mendukung
network;
- Administer perangkat network;
- Memahami Routing;
- Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya;
- Mengelola network security;
- Monitor dan administer network security.
- Technical Support
- Kompetensi yang harus dimiliki:
- Menghubungkan perangkat keras;
- Melakukan instalasi Microsoft Windows;
- Melakukan instalasi Linux;
- Mencari sumber kesalahan di jaringan dan memperbaikinya;
- Penggunaan perangkat lunak Internet berbasis Windows seperti
Internet Explorer, telnet, ftp, IRC;
- Pasang dan konfigurasi mail server, ftp server, web server.
Diskusikan
!!!
n Jelaskan bagaimana bentuk profesionalisme dalam
profesi seperti: polisi, hakim, dokter, programmer, data entri operator,
database administrator dan sebagainya.
n Pilihlah satu profesi bidang IT dan satu profesi
bidang non-IT
Materi 4
PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI
INFORMASI
Gambaran Umum Pekerjaan di
Bidang TI
- Pekerjaan di bidang TI terbagi dalam 4 kelompok :
- Kelompok pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat
lunak (software)
- Yang termasuk kelompok ini adalah :
- Sistem analis, merupakan orang yang bertugas menganalisa sistem
yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada,
tentang kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain
sistem yang akan dikembangkan.
- Programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan
rancangan sistem analis yaitu membuat program (baik aplikasi maupun
sistem operasi) sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
- Web designer adalah orang yang melakukan kegiatan perecanaan,
termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek
pembuatan aplikasi berbasis web.
- Web programmer orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan
web designer yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah
dirancang sebelumnya.
- Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat
keras (hardware).
- Pada lingkungan kelompok ini terdapat pekerjaanpekerjaan seperti :
- Technical enginer, sering juga disebut sebagai teknisi yaitu orang
yang berkecimpung dalam bidang teknik baik mengenai pemeliharaan maupun
perbaikan perangkat sistem komputer.
- Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang
teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
- Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional
sistem informasi.
- Yang termasuk dalam kelompok ini
adalah :
- EDP Operator, adalah orang yang bertugas untuk mengoperasikan
program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam
lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
- System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan
administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki
kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang
berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.
- MIS Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi
terhadap sebuah sistem informasi, melakukan manajemen terhadap sistem
tersebut secara keseluruhan baik hardware, software maupun sumber daya
manusianya.
- Kelompok yang keempat, adalah mereka yang berkecimpung dipengembangan bisnis Teknologi
Informasi
- Pada bagian ini, pekerjaan
diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja di berbagai sektor di industri
Teknologi Informasi.
Spesifikasi dan Klasifikasi
Pekerjaan Bidang TI
- Berikut ini adalah contoh
spesifikasi dan klasifikasi pekerjaan pada bidang IT.
- Pemrogram terbagi tiga:
- Pemrogram Tersupervisi http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/progsupe.html
- Pemrogram Tersupervisi Menengah
http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/progmode.html
- Pemrogram Independent/Managing
http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/progind.html
- Analisis Sistem
- Analisis sistem tersupervisi http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/anasuper.html
- Analisis sistem independent http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/anainde.html
- Instruktur
- Instruktur Tersupervisi
http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/instsupe.html
- Instruktur Tersupervisi Moderat
http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/instmode.html
- Instruktur Independent
http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/instind.html
- MANAJER PROYEK
- Manajer Proyek Tersupervisi http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/manasupe.html
- Manajer Proyek Independent http://wiryana.pandu.org/SRIG-PS/manaind.html
Standardisasi Profesi TI
- Profesi dalam bidang TI
distandarkan menurut suatu konsorsium.
- Ada beberapa standar, yaitu :
- SEARCC (South
East Asia Regional Computer Confideration) merupakan suatu
forum/badan yang beranggotakan himpunan profesional IT (Information
Technology) yang terdiri dari 13 negara.
SEARCC
dibentuk pada Februari 1978, di Singapore oleh 6 ikatan komputer dari
negara-negara tetangga seperti Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Philipine,
Singapore dan Thailand.
4. SRIG-PS (Special Regional
Interest Group on Profesional Standardisation), merupakan suatu konsosrsium standar profesi
Indoensia yang merumuskan standardisasi
pekerjaan di dalam dunia Teknologi Informasi.
- Merumuskan klasikasi Job secara regional yang merupakan suatu
pendekatan kualitatif untuk menjabarkan keahlian dan pengetahuan yang
dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan tertentu pada tingkat
tertentu.
- Didalam mengklasifikasikan,
digunakan dua pedekatan, yaitu :
- Model yang berbasiskan industri atau
bisnis. Pada
model ini pembagian pekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja
di berbagai sektor di industri Teknologi Informasi.
- Model yang berbasiskan siklus
pengembangan sistem. Pada model ini pengelompokkan dilakukan berdasarkan tugas yang
dilakukan pada saat pengembangan suatu sistem.
- Model SEARCC untuk pembagian job dalam lingkungan TI merupakan
model 2 dimensi yang mepertimbangkan jenis pekerjaan dan tingkat keahlian
ataupun tingkat pengetahuan yang dibutuhkan.
8.
Programmer, memiliki 3 tingkatan yaitu :
- Supervised (terbimbing). Tingkatan awal dengan 0-2 tahun
pengalaman, membutuhkan pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan
tugasnya.
- Moderately supervised (madya). Tugas kecil dapat dikerjakan oleh
mereka tetapi tetap membutuhkan bimbingan untuk tugas yang lebih besar,
3-5 tahun pengalaman
- Independent/Managing (mandiri). Memulai tugas, tidakmembutuhkan
bimbingan dalam pelaksanaan tugas.
9. System Analyst (Analis Sistem)
- Analisis dan desain merupakan kunci awal untuk keberhasilan sebuah
proyek-proyek berbasis komputer.
Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada
programmer.
10. Project Manager (Manajer Proyek)
- Level ini adalah level pengambil keputusan. Jenis pekerjaan ini
juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer, tergantung pada
kualifikasi proyek yang dikerjakannya.
11. Instructor (Instruktur)
12. Berperan dalam melakukan bimbingan, pendidikan dan pengarahan baik
terhadap anak didik maupun pekerja level di bawahnya. Jenis pekerjaan ini
juga memiliki 3 tingkatan.
13. Specialist. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan
keahlian khusus. Berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain, pekerjaan
ini hanya memiliki satu level saja yaitu independent (managing),
dengan asumsi bahwa hanya orang dengan kualifikasi yang ahli dibidang tersebut yang memiliki tingkat
profesi spesialis.
14. Pekerjaan spesialis menurut model SEARCC ini terdiri dari :
Data Communication
Database
Security
Quality Assurances
IS Audit
System Software Support
Distributed System
System Integration
15. Pada suatu perusahaan sering
pengelompokkan pekerjaan tersebut disederhanakan:
16. Misal : Programmer dan Analyst
Pekerjaan di bidang TI
Standard Pemerintah Indonesia
- Institusi pemerintah telah mulai melakukan klasifikasi pekerjaan
dalam bidang teknologi informasi sejak 1992.
- Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di bidang Teknologi Informasi,
disebut sebagai pranata komputer.
- Pranata Komputer adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang,
tanggung jawab serta hak untuk membuat,merawat, dan mengembangkan sistem,
dan atau program pengolahan dengan komputer.
Pengangkatan Pejabat Pranata
Komputer
- Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Pranata Komputer
ditetapkan oleh Menteri, Jaksa Agung Pimpinan Kesekretariatan Lembaga
Tertinggi/ Tinggi Negara, Pimpinan Lembaga PemerintahNondepartemen dan
Gubernur Kepala Daerah Tingkat I.
- Menteri, Jaksa Agung Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/
Tinggi Negara, Pimpinan Lembaga Pemerintah Nondepartemen dan Gubernur
Kepala Daerah Tingkat I
Syarat-syarat jabatan
Pranata Komputer
- Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam jabatan
Pranata Komputer harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
- Bekerja pada satuan organisasi instansi pemerintah dan tugas
pokoknya membuat, memelihara dan mengembangkan sistem dan atau program
pengolahan dengan komputer
- Berijasah serendah-rendahnya Sarjana Muda/Diploma III atau yang
sederajat.
- Memiliki pendidikan dan atau latihan dalam bidang komputer dan
atau pengalaman melakukan kegiatan di bidang komputer.
- Memiliki pengetahuan dan atau pengalaman dalam bidang tertentu
yang berhubungan dengan bidang komputer
- Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya
bernilai baik.
Jenjang dan Pangkat Pranata
Komputer
- Jenjang
kepangkatan Pranata Komputer terlihat pada tabel berikut :
Tunjangan Jabatan Pranata
Komputer
- Tunjangan Jabatan Fungsional Pranata Komputer
menurut Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor. 6 Tahun 2004
Tanggal 19 Januari 2004
Pembebasan Sementara Pranata
Komputer
- Pejabat Pranata komputer dibebaskan sementara dari jabatan Pranata
Komputer apabila:
- Tidak dapat mengumpulkan angka kredit minimal yang ditentukan;
- Ditugaskan di luar jabatan Pranata Komputer;
- Sedang menjalankan tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan;
- Dijatuhi hukuman disiplin pegawai Negeri Sipil, berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 dengan tingkat hukuman disiplin
sedang atau tingkat hukuman disiplin berat;
- Dikenakan pemberhentian sementara sebagai PNS berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966;
- Sedang menjalani cuti di Luar Tanggungan Negara kecuali cuti di
Luar Tanggungan Negara untuk persalinan ke empat dan seteruanya.
Materi 5
KODE ETIK PROFESI DALAM
BIDANG IT
Introduksi
- Kode Etik Profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana
sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika
profesi
- Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi
dari kode etik profesi:
- Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi
tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Dengan kode etik
profesi, pelaksana profesi mampu
mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
- Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat
atas profesi yang bersangkutan. Etika profesi dapat memberikan suatu
pengetahuan kepada masyarakat agar
dapat memahami arti
pentingnya suatu profesi, sehingga
memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana dilapangan kerja (kalangan
social).
- Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi
profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Pelaksana
profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh
mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.
Tanggung jawab profesi yang
lebih spesifik
- Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses
maupun produk hasil kerja profesional.
- Menjaga kompetensi sebagai profesional.
- Mengetahui dan menghormati adanya hukum yang berhubungan dengan
kerja yang profesional.
- Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung
jawab.
Kode Etik Seorang Profesional
Teknologi Informasi
- Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat
kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan
hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para
professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi
dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan
klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
- Seorang profesional tidak dapat membuat program
semaunya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti untuk apa
program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user; ia dapat
menjamin keamanan(security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari
pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya(misalnya: hacker,
cracker, dll).
Kode Etik Profesi
Informatikawan
- Kode etik profesi Informatikawan merupakan bagian dari etika
profesi.
- Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih
umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi.
- Kode etik ini lebih memperjelas mempertegas dan merinci norma-norma
kebentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut
sudah tersirat dalam etika profesi.
- Tujuan utama dari kode etik adalah memberi pelayanan khusus dalam
masyarakat tanpa mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok.
Kode Etik Pengguna Internet
- Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah:
- Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secaralangsung
berkaitan dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
- Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki
tendensi menyinggung secara langsung dan negatif masalah SARA, termasuk
didalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta
segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok/ lembaga/
institusi lain.
- Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi
instruksi untuk melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) Positif di
Indonesia dan ketentuan internasional umumnya.
- Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak
dibawah umur.
- Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar
materi dan informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating,
hacking dan cracking.
- Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar/ foto,
animasi, suara atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil
karya sendiri harus mencantumkan identitas sumber dan pemilik hakcipta
bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan
keberatan serta bertanggungjawab atas segala konsekuensi yang mungkin
timbul karenanya.
- Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sum
berdaya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
- Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku
dimasyarakat internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap
segala muatan/ isi situsnya.
- Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota
dapat melakukan teguran secara langsung.
Kerugian Akibat Pemanfaatan
TI yang Kurang Tepat
- Rasa ketakutan. Banyak orang mencoba menghindari pemakaian
komputer, karena takut merusakkan, atau takut kehilangan kontrol, atau
secara umum takut menghadapi sesuatu yang baru,ketakutan akan kehilangan
data, atau harus diinstal ulang sistem program menjadikan pengguna makin
memiliki rasa ketakutan ini.
- Keterasingan. Pengguna komputer cenderung mengisolir dirinya,
dengan kata lain menaiknya jumlah waktu pemakaian komputer, akan juga
membuat mereka makin terisolir.
- Golongan miskin informasi dan minoritas. Akses kepada sumberdaya informasi juga terjadi
ketidak seimbaangan ditangan pemilik kekayaan dan komunitas yang mapan.
- Pentingnya individu. Organisasi besar menjadi makin impersonal,
sebab biaya untuk menangai kasus khusus/ pribadi satu persatu menjadi
makin tinggi.
- Tingkat kompleksitas serta kecepatan yang
sudah tak dapat ditangani. Sistem yang dikembangkan dengan birokrasi komputer begitu kompleks
dan cepat berubah sehingga sangat sulit bagi individu untuk mengikuti dan
membuat pilihan. Tingkat kompleksitas ini menjadi makin tinggi dan sulit
ditangani, karena dengan makin tertutupnya sistem serta makin besarnya
ukuran sistem
- Makin rentannya organisasi. Suatu organisasi yang bergantung pada teknologi
yang kompleks cenderung akan menjadi lebih ringkih. Metoda seperti Third Party Testing haruslah
makin dimanfaatkan.
- Dilanggarnya privasi. Ketersediaan sistem pengambilan data yang
sangat canggih memungkinkan terjadinya pelanggaran privasi dengan mudah
dan cepat
- Pengangguran dan pemindahan kerja. Biasanya ketika suatu sistem otomasi
diterapkan, produktivitas dan jumlah tempat pekerjaan secara keseluruhan
meningkat, akan tetapi beberapa jenis pekerjaan menjadi makin kurang
nilainya, atau bahkan dihilangkan.
- Kurangnya tanggung jawab profesi. Organisasi yang takbermuka (hanya diperoleh
kontak elektronik saja), mungkin memberikan respon yang kurang personal,
dan sering melemparkan tanggungjawab dari permasalahan.
- Kaburnya citra manusia. Kehadiran terminal pintar (intelligent
terminal), mesin pintar, dan sistem pakar telah menghasilkan persepsi yang
salah pada banyak orang.
Diskusikan
n Rumuskan
bagaimana seharusnya kode etik seorang informatikawan ?
Materi
6
MENINGKATKAN
PROFESIONALISME DALAM BIDANG IT
Introduksi
- IT merupakan teknologi yang selalu
berkembang baik dari sisi hardware maupun dari sisi software
- Hal ini menyebabkan pekerjaan dalam
bidang IT menjadi pekerjaan dimana para pelakunya harus selalu
“meng-update” ilmunya.
- Hal ini juga berarti seseorang yang
sudah “expert” pada bidangnya saat ini, bisa ketinggalan dalam beberapa
periode mendatang.
- Contoh :
- Trend pemrograman, beberapa waktu
yang lalu berbasis DOS-> berbasis GUI -> berbasis web -> ?
- Pemanfaatan aplikasi stand alone
-> multiuser.
- Pengolahan data offline ->
on-line dsb
Peningkatan
Profesionalisme
- Seseorang yang bekerja dalam bidang
IT harus memiliki beberapa persyaratan profesionalisme, seperti :
- Dasar ilmu yang kuat dalam
bidangnya
- Penguasaan kiat-kiat profesi
bersasar riset dan praktis (bukan atas dasar teori dan konsep)
- Pengembangan kamampuan yang terus
menerus.
- Penyebab rendahnya profesionalisme
dalam bidang IT
- Pekerja IT tidak menekuni
profesinya secara total (Sambilan)
- Belum ada konsep yang jelas tentang
norma dan etika profesi pekerja dalam bidang IT
- Belum ada organisasi profesional
yang menangani para profesional bidang IT
Mempersiapkan
SDM
- Bidang IT merupakan bidang
pekerjaan yang relatif baru.
- Bahkan jejang pendidikan formal pun
masih rancu (teknik informatika dan ilmu komputer)
- Hal ini menyebabkan kelangkaan
tenaga dalam bidang IT
- Dalam menyiapkan SDM dalam bidang
IT, telah dilakukan pembukaan program pendidikan dalam bidang IT baik
secara formal maupun informal.
- Misal :
- Program Sekolah2000
(www.sekolah2000.or.id). Program ini diselenggarakan Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia yang bertujuan menjaring sekolah-sekolah terhubung
dengan internet.
b. Program
SMK TI, bertujuan mendidik tenaga siap pakai untuk dipekerjakan sebagai
profesional pada bagian operator, technical support, help desk atau web
designer.
c. Program Diploma IT->tenaga
praktis tingkat madya.
d. Program Pendidikan Sarjana TI->
tenaga ahli
Menjadi
Profesional dengan Sertifikasi
- Sertifikasi merupakan suatu cara
untuk melakukan standardisasi sebuah profesi.
2. Beberapa
manfaat yang diperoleh dengan melakukan sertifikasi antara lain :
- Ikut berperan menciptakan
lingkungan kerja yang lebih profesional
- Pengakuan resmi pemerintah tentang
tingkat keahlian individu terhadap sebuah profesi
- Pengakuan dari organisasi profesi
sejenis (benchmarking), baik tingkat regional, maupun internasional.
- Membuka akses lapangan pekerjaan
- Memperoleh pengingkatan karir.
Sertifikasi
berorientasi produk
- Sertifikasi Internasional biasanya
dikeluarkan berkaitan dengan software maupun hardware oleh perusahaan
perusahaan tertentu.
- Pelaksanaan sertifikasi hanya
dilakukan oleh perwakilan perusahaan tersebut di Indonesia atau lembaga
yang ditunjuk.
- Misal : Microsoft, Cisco, Oracle,
dll
- Sertifikasi Microsoft. Microsft
sebagai perusahaan software terbesar, memberlakukan sertifikat dengan nama
Micrososft Certified Proffesional (MCP)
- Contoh Paket MCP
- MCDST (Microsoft Certified Desktop
Support Technicians (MCDSTs). Merupakan sertifikasi untuk technical dan
customer service skill yang mampu melakukan troubleshooting hardware dan
sfotware pada platform Windows.
- MCSA (Microsoft Certified System
Administrators (MCSAs) merupakan sertifikasi untuk administrator jaringan
yang berada dalam platform Windows.Terdapat dua spesilaisasi : Messaging
dan Security.
- MCSE (Microsoft Certified System
Engineers (MCSEs). Merupakan sertifikasi untuk design dan implementasi
infrastruktur berbasis windows dan Micrososft Servers Software. Terdapat
dua spesialisasi Messaging dan Security
- MCDBA (Microsoft Certified
Database Administrators (MCDBAs) merupakan sertifikasi utuk design,
implemnetasi dan administrasi database berbasis Micrososft SQL database
server
- MCT (Micrososft Certified Trainers
(MCTs) adalah sertifikasi untuk instruktur untuk melakukan
pelatihan-pelatih perangkat lunak Microsoft.
- MCAD (Microsft Certified
Application Developers (MCADs).
Menggunakan teknologi Microsoft untuk melakukan pembangunan dan
pemeliharaan departemen dilevel
applications, components, web atau desktop client sampai back end service
- MCSD (Microsoft Certified Solutin
Developers (MCSDs) merupakan sertifikasi untuk melakukan design dan
membangun leading edge bussiness solution
menggunakan Microsft development tools, technologies platform dan
arsitektur windows
¡ Office
Spesialist. Micsrososft Office Specialist adalah sertifikasi untuk kemampuan
menggunakan Microsoft desktop software untuk aplikasi perkantoran.
6.
Sertifikasi microsoft tersebut diberlakukan
sejak tahun 1992.
- Sertifikasi Oracle. Oracle sebagai
pengembang database menawarkan tiga jenis sertifikasi sebagai berikut :
- OCA (Oracle Certified Associate)
- OCP (Oracle Certified
Professional)
- OCM (Oracle Certified Master)
- Tiga level tersebut menunjukkan
tingkat keahlian seseorang yang memiliki sertifikat tersebut.
- Sertifikasi CISCO. Merupakan
sertifikasi dalam bidang jaringan. Levelnya adalah
- CCNA (Cisco Certified Network
Associate)
- CCNP (Cisco Certified Network
Professional)
- CCIA (Cisco Certified
Internetworking Expert)
- Sertifikasi Novell. Novell
merupakan salah satu pengembang sistem operasi jaringan yang pernah
berjaya pada beberapa tahun lalu. Perkembangan pada tahun-tahun terakhir
ini bekerjasama dengan linux.
- Beberapa standar sertifikasinya
adalah sebagai berikut :
- Novell CLP (Novell Certified Linux
Professional) merupakan sertifikasi ahli Novell dan dikombinasi dengan
sistem operasi linux dengan
kemampuan administrator jaringan.
- Novell CLE (Novell Certified Linux
Engineer) merupakan kelanjutan dari Novel CLP
- Suse CLP (Suse Certified Linux
Professional) merupakan sertifikasi bagi yang menguasai administrasi
dalam lingkungan jaringan Linux Suse
- MCNE (Master Certified Novell
Engineer)merupakan sertifikasi untuk administrasi jaringan multivendor
dan multi solusi untuk jaringan industri.
Sertifikasi
berorientasi Profesi
- Merupakan sertifikasi yang
berorientasi pada kemampuan seseorang dalam bidang IT.
- Lembaga sertifikasi yang
berorientasi pada pekerjaan diantaranya adalah :
- Institute
for Certification of Computing Professionals (ICCP).
Merupakan badan sertifikasi Profesi TI di AS yang melakukan pengujian
terhadap 19 bidang minat. Diantarannya Bussiness Information Systems,
Communications, Data Resource Managemant, System Security.
- Sertifikat yang dihasilkan adalah
:
- CDP (certified Data Processor)
Merupakan sertifikasi dalam bidang pengolahan data.
- CCP (Certified Computer
Programmer). Merupakan sertifikasi
untuk para programmer
- CSP( Certified System Professional)
Merupakan sertifikasi dalam bidang Analis dan pengembangan system
- CompTIA. Merupakan asosiasi
Industri Teknologi Komputer di Amerika beranggotakan Microsoft, Intel,
IBM, Novell, Linux, HP dan Cisco.
- Asosiasi tersebut menentukan
kurikulum, training dan ujian sertifikat internasional yang berorientasi
pada berbagai bidang. Misalnya : Network Support dan Computer Technical
- Jenis sertifikasinya adalah
sebagai berikut :
- A + (Entry Level Computer Service)
merupakan sertifikasi untuk para profesional yang memiliki orientasi
pekerjan di bidang teknisi komputer.
- Network + (Network support and
Administratiron). Merupakan sertifikasi yang berorientasi dalam bidang
jaringan
- Security + (Computer and
Information Security). Sertifikasi dalam bidang keamanan jaringan
komputer.
- HTI + (Home Technology
Installation) Dalam bidang Instalasi dan pemeliharan.
- IT Project + (IT Project
Management). Berorintasi pada manajemen proyek dibidang teknologi
informasi.
Hambatan
pelaksanaan sertifikasi
- Hambatan-hambatan yang terjadi
diantaranya :
- Biaya mahal. Untuk mendapatkan
sertifikasi bertaraf internasional dibutuhkan biaya +- 150 USD. Jika
tidak lulus 2 kali ujian maka ujian berikutnya hanya boleh diikuti satu
tahun berikutnya.
- Kemampuan yang kurang memadai.